5 Biaya KTA yang Sering Tidak Diperhatikan Oleh Nasabah

Banyak orang yang tidak bisa mengatur keuangan dengan baik. sering kali, pemasukan atau pendapatan tidak lebih besar dengan pengeluaran atau kebutuhan yang ada. Hal ini menyebabkan keuangan mengalami devisit, yang kemudian menimbulkan masalah baru dalam keuangan. Apalagi ketika kebutuhan terus meningkat dan pendapatan yang di peroleh masih sama saja. hal ini yang sering kali menjadi masalah bagi banyak orang terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga. Salah satu solusi dari masalah keuangan tersebut adalah melakukan pengajuan pinjaman kepada bank dan produk bank yang bisa kami rekomendasikan adalah KTA atau Kredit Tanpa Agunan. Apa itu KTA?

kta

Kredit tanpa agunan (KTA) merupakan suatu produk kredit yang terdapat di lembaga keuangan berupa pinjaman uang tunai di mana nasabah tidak di wajibkan untuk memberikan jaminan atas pinjaman tersebut. dari pengertiannya saja maka kita sudah bisa mengatakan bahwa KTA memberikan kemudahan oleh para nasabah dengan membebaskannya dengan beban agunan yang biasanya terdapat dalam produk kredit lain.

Bagaimana Pengajuan KTA?

Dalam mengajukan produk kredit yang satu ini, termasuk ke dalam golongan yang mudah. Mengapa? Karena dalam KTA ini syarat- syarat yang harus di penuhi tidak lah sulit. Anda hanya akan di mintai memenuhi persyaratan WNI, minimum penghasilan (biasanya berkisar antara 2 juta hingga 5 juta), dan batas umur yaitu 21 tahun hingga 55 tahun (tergantung kebijakan masing- masing bank). Kemudian, Anda akan di minta untuk mengumpulkan beberapa dokumen penting seperti fotokopi identitas, kartu kredit (jika ada), NPWP, dan dokumen penting lainnya. Dari persyaratan tersebut maka tentu kita juga bhisa mengatakan bahwa pengajuan KTA termauk mudah untuk di lakukan.

Bagaimana Rincian Biayanya?

Ketika hendak mengajukan permohonan KTA ini tentu harus memperhatikan segala sesuatu yang berkaitan dengan kredit tersebut dan salah satu hal tersebut adalah biaya yang di bebankan kepada Anda sebagai nasabah jika Anda mengajukan pinjaman KTA. terkadang, sesoerang tidak jeli dan cenderungceroboh untuk memutuskan sesuatu. Padahal seharusnya Anda mengetahui semua yang berkaitan dengan kredit tersebut termasuk biaya ini. yang biasanya di perhatikan adalah hanya bunga kredit yang di bebankan dan sering kali menghiraukan biaya- biaya yang padahal juga berpengaruh terhadap kredit Anda. Produk KTA ini memang mudah di dapatkan namun jangan sampai ceroboh membuat rugi diri Anda sendiri.

Seperti halnya dengan produk kredit yang lain, KTA pasti juga mempunyai biaya yang harus di bayarkan oleh nasabah. Berbeda dengan bunga, biaya- biaya yang di bebankan ini biasanya di gunakan bank untuk biaya permohonan kreditnya. Biaya- biaya tersebut terkadang tidak di jelaskan oleh bank sehingga nasabah tidak mengetahui mengenai biaya tersebut. maka dari itu sebaiknya sebelum mengajukan pinjaman KTA Anda perlu menanyakan secara detail dan jelas tentang biaya- biaya tersebut baik jumlahnya maupun tentang siapa yang menanggungnya.

Ketika Anda tidak menanyakannya maka setelah Anda menyetujuinya maka Anda sudah tidak memprotesnya. Nah, kalau seperti itu siapa yang di rugikan? Nasabah bukan. Tidak ada salahnya Anda memperjelasnya sehingga tidak ada kesalah pahaman. Berikut ini adalah beberapa biaya KTA yang sering kali tidak di perhatikan oleh nasabah.

  1. Biaya provisi

Biaya pertama yang biasanya selalu ada dalam pengajuan kredit seperti KTA ini adakah biaya provisi. Biaya provisi ini bisa disebut pula biaya administrasi. Mekanisme pembayaran untuk biaya provisi ini biasanya adalah bank secara langsung akan memotong dari plafon pinjaman yang berhasil di cairkan. Besarnya biaya provisi ini adalah berdasarkan presentase atas plafon pinjaman. untuk secara detailnya masing- masing bank memiliki ketentuan yang berbeda biasanya berkisar antara 1% – 4%.

Contoh: Jika Anda meminjam dana KTA sebesar Rp 2 juta dengan ketentuan biaya provisi adalah 1%. Maka jumlah dana pinjaman yang nantinya di terima oleh Anda bukan lagi Rp 2 juta melainkan Rp 2 juta – (1% x Rp 2 juta) yaitu Rp 1.980.000.

Memang tidak lah banyak karena jumlah plafonnya juga tidak besar. maka jika besarnya plafon besar maka biaya provisi pun juga besar.

 

  1. Biaya tahunan

Biaya yang satu ini biasanya tidak di ketahui oleh nasabah. Mengapa? Karena seringnya pihak bank juga tidak menjelaskan tentang biaya tahunan ini. seperti namanya, biaya ini di kenakan pada akhir periode pinjaman. sebagian bank menetapkan biaya tahunan ini secara nominal, namun ada juga bank yang tidak menetapkan biaya tahunan ini. untuk tahun pertama biasanya di tetapkan 1 hingga 2% dari plafon pinjaman, kemudian untuk periode berikutnya sudah di tentukan biasanya lebih ringan hanya berkisar Rp 50 ribu saja.

Contoh: Anda mengajukan pinjaman KTA Rp 2 juta dengan tenor 2 tahun dan biaya tahunan 3% dari plafon pinjaman dan Rp 50 ribu untuk periode selanjutnya. Maka biaya tahunan yang harus Anda bayar untuk tahun pertama Rp 60 ribu dan untuk periode selanjutnya adalah Rp 50 ribu. Biaya tahunan ini biasanya langsung di tambahkan dalam cicilan yang di bayar.

 

  1. Biaya percepatan pelunasan (pinalti)

Biaya percepatan pelunasan ini sering juga di sebut dengan biaya pinalti. Mengapa pinalti? Karena biaya ini di bebankan ketika nasabah tidak menepati peraturan dan kesepakatan dalam melakukan pembayaran. Misalnya kesapakatnnya adalah 2 tahun dan nasabah justru melunasinya dalam waktu 1 tahun. Maka hal ini jusru menimnulkan biaya pinalti. Biasaya denda atau biaya nya adalah sekitar 5% dari sisa tagihan atau pinjamannya.

Contoh: sisa plafonnya adalah Rp 2 juta dan biaya yang di berikan adalah 5% dari sisa plafon atau tagihan. Jadi, ketika Anda melunasinya, jumlah yang Anda harus serahkan adalah sisa hutang di tambah biaya pinalti yaitu Rp 2 juta + Rp 100 ribu = Rp 2,1 juta.

 

  1. Denda keterlambatan

Biaya ini di bebankan kepada nasabah yang melakukan keterlambatan dalam melakukan pembayaran cicilan setiap bulannya. Meskipun Anda terlambat 1 hari saja, biaya denda keterlambatan ini tetap di bebankan kepada Anda karena biaya ini di hitung berdasarkan hari. Untuk jumlah persisinya, setiap bank berbeda- beda ketentuannya. Jadi, Anda harus memikir dua kali ketika membayar cicilan tidak sesuai dengan waktu yang telah di tentukan.

 

  1. Biaya asuransi

Biaya yang satu ini merupakan biaya tambahan atas fasilitas asuransi yang di berikan bank. Kebanyakan bank memberikan asuransi dalam produk kreditnya. Namun sayangnya, biasanya nasabahnya lah yang harus menanggung biaya tersebut. asuransi ini di maksudkan untuk melindung keluarga nasabah hingga angsuran atau cicilan kredit tersebut lunas.

Itu dia beberapa biaya yang sering tidak di perhatikan oleh nasabah. Agar tidak merugikan Anda sendiri sebagai nasabah haruslah menanyakan dan memperjelas mengenai biaya- biaya tersebut. semoga bermanfaat.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s